di balik dinding

Baru saja, aku guratkan pena di atas putih

Menari-nari pikiran dalam irama melodi

Memikirkan asa yang tak tampak ?

Kemudian ?

melayang entah kemana

hanya impian-impian kecil yang melekat dalam pikiranku

Sejenak aku nikmati malam penuh keajaiban

Anginpun mulai menyelimuti raga

Entah apa yang menjadi penghalang tatapanku

Ku lihat Dinding-dinding kokoh, yang menjadi musuhku

Baru saja, terngiang bisikan-bisikan dari balik dinding

Entah apa yang ia katakan, aku pun tak tau secara pasti ?

Siapa kau ?

Wahai suara mungil

Ingin rasanya ku berjabat tangan denganmu

Berbagi pengalaman dan bercerita tentang kisah-kisah masa kecil

Tapi putih tak menerima cara hitam seperti itu

Putih menerima cara ilahi Bukan birahi

Berontaku !

Enyahlah !

Tapi tetap terngiang dengan untaian-untaian kata

Aturan-aturan menjadi penghalang antar gender

Kemudian bisiku, biarlah tangan tuhan yang mengatur semua ini

Karna dengan izinnya semua akan nyata

Di samping tembok aturan, 21 Mei 2012




0 komentar:

Posting Komentar