Kawan

Kawan,
coba kau lihat, hamparan sahara itu terbentang luas
terik panasnya pun ikut menganga
hamparan pasir brgolak riuh
mencabik-cabik menjadi debu
kawan,
coba kau lihat, api itu masih membara
melahap kayu menjadi abu
manguak kaku menjadi cupu
menjelma dulu menjadi baru
kawan,
coba kau lihat, belati itu kuno dan tumpul
termakan masa dan usia
terguling lunglai tak bernyawa
tapi,
kau adalah kawan
tak peduli masa dan usia
tak perduli dewasa atau lanjut usia
suka duka telah kita lalui bersama
ku harap ini sampai taman surga
kawan.”
Selasa, 06 Juni 2012


0 komentar:

Posting Komentar