Unknown
Siapa yang tau isi khalbu
Beribu bahkan berjuta persaan bergolak riuh
Luasnya tak terbatasi oleh hakiki
Siapa yang ucap khalbu dan piker sama rata ?
Buktinya ?
Tidak ?
Piker selalu berjubah kelam
Sedangkan khalbu selalu melerai jika kelam
Siapa yang tau isi khalbu
Kecuali sang maha tau
Rabu, 06 Juni 2012
Unknown
Kawan,
coba kau lihat, hamparan sahara itu terbentang luas
terik panasnya pun ikut menganga
hamparan pasir brgolak riuh
mencabik-cabik menjadi debu
kawan,
coba kau lihat, api itu masih membara
melahap kayu menjadi abu
manguak kaku menjadi cupu
menjelma dulu menjadi baru
kawan,
coba kau lihat, belati itu kuno dan tumpul
termakan masa dan usia
terguling lunglai tak bernyawa
tapi,
kau adalah kawan
tak peduli masa dan usia
tak perduli dewasa atau lanjut usia
suka duka telah kita lalui bersama
ku harap ini sampai taman surga
kawan.”
Selasa, 06 Juni 2012
Unknown
Baru saja, aku guratkan pena di atas putih
Menari-nari pikiran dalam irama melodi
Memikirkan asa yang tak tampak ?
Kemudian ?
melayang entah kemana
hanya impian-impian kecil yang melekat dalam pikiranku
Sejenak aku nikmati malam penuh keajaiban
Anginpun mulai menyelimuti raga
Entah apa yang menjadi penghalang tatapanku
Ku lihat Dinding-dinding kokoh, yang menjadi musuhku
Baru saja, terngiang bisikan-bisikan dari balik dinding
Entah apa yang ia katakan, aku pun tak tau secara pasti ?
Siapa kau ?
Wahai suara mungil
Ingin rasanya ku berjabat tangan denganmu
Berbagi pengalaman dan bercerita tentang kisah-kisah masa kecil
Tapi putih tak menerima cara hitam seperti itu
Putih menerima cara ilahi Bukan birahi
Berontaku !
Enyahlah !
Tapi tetap terngiang dengan untaian-untaian kata
Aturan-aturan menjadi penghalang antar gender
Kemudian bisiku, biarlah tangan tuhan yang mengatur semua ini
Karna dengan izinnya semua akan nyata
Di samping tembok aturan, 21 Mei 2012
Langganan:
Postingan (Atom)