pagi ini

pagi ini aku lihat

kabut putih tak berkaki

wajahnya sumringah tersipu malu

daun pun melambai menghempas embun

meninggalkan petang menjadi terang

pagi ini aku lihat

secercah  mentari terbit dari ufuk timur

cahanya hangat

udaranya sejuk menyentuh sukma

kicauan burung pun mulai bernyanyi

mendendangkan seuntaian harapan

pagi ini aku lihat

kabut putih menjadi awan

cahaya pun menyapa di balik awan

memberi semangat dan juang

indah ku nikmati pagi ini

Selasa, 05 Juni 2012

 

 

 

khalbu

Siapa yang tau isi khalbu

Beribu bahkan berjuta persaan bergolak riuh

Luasnya tak terbatasi oleh hakiki

Siapa yang ucap khalbu dan piker sama rata ?

Buktinya ?

Tidak ?

Piker selalu berjubah kelam

Sedangkan khalbu selalu melerai jika kelam

Siapa yang tau isi khalbu

Kecuali sang maha tau 

Rabu, 06 Juni 2012

Kawan

Kawan,
coba kau lihat, hamparan sahara itu terbentang luas
terik panasnya pun ikut menganga
hamparan pasir brgolak riuh
mencabik-cabik menjadi debu
kawan,
coba kau lihat, api itu masih membara
melahap kayu menjadi abu
manguak kaku menjadi cupu
menjelma dulu menjadi baru
kawan,
coba kau lihat, belati itu kuno dan tumpul
termakan masa dan usia
terguling lunglai tak bernyawa
tapi,
kau adalah kawan
tak peduli masa dan usia
tak perduli dewasa atau lanjut usia
suka duka telah kita lalui bersama
ku harap ini sampai taman surga
kawan.”
Selasa, 06 Juni 2012


di balik dinding

Baru saja, aku guratkan pena di atas putih

Menari-nari pikiran dalam irama melodi

Memikirkan asa yang tak tampak ?

Kemudian ?

melayang entah kemana

hanya impian-impian kecil yang melekat dalam pikiranku

Sejenak aku nikmati malam penuh keajaiban

Anginpun mulai menyelimuti raga

Entah apa yang menjadi penghalang tatapanku

Ku lihat Dinding-dinding kokoh, yang menjadi musuhku

Baru saja, terngiang bisikan-bisikan dari balik dinding

Entah apa yang ia katakan, aku pun tak tau secara pasti ?

Siapa kau ?

Wahai suara mungil

Ingin rasanya ku berjabat tangan denganmu

Berbagi pengalaman dan bercerita tentang kisah-kisah masa kecil

Tapi putih tak menerima cara hitam seperti itu

Putih menerima cara ilahi Bukan birahi

Berontaku !

Enyahlah !

Tapi tetap terngiang dengan untaian-untaian kata

Aturan-aturan menjadi penghalang antar gender

Kemudian bisiku, biarlah tangan tuhan yang mengatur semua ini

Karna dengan izinnya semua akan nyata

Di samping tembok aturan, 21 Mei 2012